Zaini Abdullah Doakan Nek Tu Terpilih Jadi Bupati Aceh Timur

16:48 WIB, 01 Desember 2016 ·

Zaini Abdullah Doakan Nek Tu Terpilih Jadi Bupati Aceh Timur

ACEH TIMUR – Calon Gubernur Aceh Zaini Abdullah mendoakan agar Ridwan Abubakar alias Nek Tu terpilih sebagai Bupati Aceh Timur. Menurut Zaini, sosok Nek Tu dapat membawa Aceh Timur menjadi daerah yang lebih baik lagi.

“Saya doakan Nek Tu dapat terpilih memimpin  Aceh Timur untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini,” kata Zaini Abdullah  dalam konferensi pers, di Idi, Aceh Timur, Kamis (1/12). Dalam konferensi pers itu, Zaini juga didampingi oleh ibu kandung Ishak Daud, Nuriah.

Ishak Daud adalah tokoh penting dalam GAM. Dia dibaiat oleh Tengku Abdullah Musa sebagai anggota Gerakan Aceh Merdeka. Dia masuk dalam daftar 40 pemuda Aceh yang dikirimkan Hasan Tiro untuk mendapatkan pendidikan militer di Libya. Ishak juga menjadi sosok pertama yang mengibarkan bendera Bulan Bintang setelah pengibaran pada 4 Desember 1976 oleh Hasan Tiro di Gunung Halimun, Pidie.

Menurut Zaini, Ishak Daud, memiliki ribuan pendukung setia. Syahdan, saat menjalani sidang di Sabang, ratusan orang hadir untuk mengikuti persidangannya. Padahal penguasa saat itu sengaja meletakkan persidangan di Sabang agar tidak ramai dilihat.

“Di luar dugaan aparat, ternyata orang yang ingin menghadiri persidangan Ishak Daud sangat besar. Hingga kapal tidak mampu mengangkut orang dari Banda Aceh menuju Sabang,” ungkap Zaini.

Zaini dan rombongan berkunjung ke kawasan timur Aceh sebagai bagian dari kampanye dialogis. Di sana, Zaini bertatap muka dengan ribuan orang, terutama bekas kombatan GAM dan keluarga mereka.

Selain bercerita tentang Ishak, Zaini menjelaskan tentang pembangunan Jalan Gayo Lues-Lokop-Perelak yang masuk dalam program 14 ruas jalan Pemerintah Aceh. Dalam kesempatan itu, Zaini juga mengungkapkan sejumlah anggaran yang diplot untuk bekas kombatan GAM sebagai realisasinya menyejahterakan kombatan GAM saat memerintah Aceh.

Dana untuk membangun kemandirian kombatan itu dialokasikan Zaini di awal-awal menjabat sebagai Gubernur Aceh. Total alokasi mencapai Rp 650 miliar. Dana itu dititipkan di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Aceh. “Sayang mereka yang diberikan amanah untuk menyalurkan bantuan ini tidak amanah,” kata Zaini yang akhirnya memutuskan untuk menyetop pemberian dana dan mengalihkannya kepada program lain.

Sejak 2013 hingga 2016, Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Zaini juga membangun sedikitnya 15 ribu unit rumah untuk kaum dhuafa. Zaini berjanji akan melanjutkan program itu di 2017. “Kelak jika Allah mempercayakan saya kembali memimpin Aceh, ini akan terus dilakukan.”

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started