AZAN Mengiring Langkah Tu Sop

ACEHTREND.CO,Bireuen- Lelaki tambun mantan petempur GAM itu, berkali-kali menatap jarung jam tangan yang dipakai di sebelah kiri. Sesekali pula ia mengeker objek dengan kamera. Sudah empat gelas kopi diteguknya selama dua jam lebih ia menunggu.
img_20161127_141856

Teng! Pukul 14.00 WIB, ia segera beranjak dari tempat duduk. Tujuannya lapangan Karang Rejo, sebuah kawasan di belakang pendopo Bupati Bireuen, yang secara nama sudah tidak lagi berbau Aceh.
img_20161127_151350

Namanya Fadhli. Lelaki gaek flamboyan, yang baru-baru ini gandrung membidik dengan kamera DSLR. Hari ini, Minggu (27/11/2016) ia punya satu hajat. Ingin menshoot Tu Sop, kandidat Bupati Bireuen yang berpasangan dengan dr. Purnama Setia Budi.

“Aku ingin abadikan foto Tu Sop dengan kamera ku sendiri,” ujarnya.

Fadhli adalah timses Abu Doto-Nasaruddin yang disingkat AZAN. Fotographer yang mengantongi badge aceHTrend itu datang ke Bireuen untuk sebuah keperluan. Namun begitu mendengar bila Teungku H. Muhammad A. Wahab menggelar orasi politik, ia langsung tertarik.

Begitu sampai ke lapangan Karang Rejo, kekaguman pun muncul. Ribuan manusia, mayoritas perempuan, memenuhi lapangan rumput itu. “Sah! Kalau tak ada kejahilan politik, Tu, Insya Allh menang,” ucapnya sembari membidik.

Wajahnya terlihat begitu puas saat berhasil mengabadikan orasi politik sang ulama revolusioner itu. Bukan hanya memfoto, ia juga merekam video. Puas memenuhi keinginannya itu, Fadhli pun beranjak pulang dengan mengendarai mobil yang berstiker AZAN.

“Propinsi Abu droe, di Bireuen ayah geutanyoe,” ucapnya sembari menyetir. []

Pak Nas: Seluruh Pendukung adalah Tim Sukses AZAN

18:33 WIB, 27 November 2016 ·
Pak Nas: Seluruh Pendukung adalah Tim Sukses AZAN

GAYO LUES – Calon Wakil Gubernur Aceh nomor urut empat, Nasaruddin menyebutkan bahwa seluruh pendukung Nasaruddin di wilayah tengah Aceh merupakan tim sukses pasangan nomor empat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Zaini Abdullah-Nasaruddin (AZAN)

Hal tersebut diungkapkannya ketika bertemu dengan setidaknya 150 tokoh pemuda Gayo Lues, (26/11) di Blangkejeren

“Tim Sukses yang tercatat di KIP itu hanya untuk administrasi saja, hakikatnya seluruh pendukung kita khususnya komunitas warga wilayah tengah yang tersebar diseluruh Aceh adalah tim sukses AZAN,” kata sosok yang akrab disapa Pak Nas ini

Menurutnya komunitas rakyat wilayah tengah Aceh mencapai 20 persen dari total jumlah penduduk Aceh dan jumlah tersebut cukup besar untuk membuat perubahan

“Pilkada kedepan adalah kesempatan bagi rakyat wilayah tengah Aceh untuk bangkit dan bersatu dengan masyarakat dipesisir Aceh menyongsong pembangunan Aceh yang adil dan merata,” kata Pak Nas.

Foto Nasaruddin Konvoi dengan Raidin Pinim di Aceh Tenggara

09:13 WIB, 28 November 2016 ·

ACEH TENGGARA – Calon Wakil Gubernur Aceh Nasaruddin dan calon Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim konvoi dengan ratusan tukang becak Se-Kutacane, Minggu (27/11). Usai melakukan konvoi, dilanjutkan dengan pertemuan untuk mendukung program kerja Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh nomor empat, Zaini Abdullah-Nasaruddin (AZAN) di posko pemenangan pasangan RABU.

Bertekad Lepaskan Masyarakat dari Jerat Riba, Zaini Abdullah Raih Anugerah Tokoh Perbankan Syariah

SABTU, 26 NOVEMBER 2016

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah memperoleh anugerah tokoh perbankan syariah dari Program Studi Perbankan Fakuktas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala.
Anugerah Tokoh Perbankan Syairh tersebut, diserahkan oleh Ketua Program Studi FEB Unsyiah, Lenny Rakhmawati, di Banda Aceh, Sabtu (26/11).
Menurut Lenny, penghargaan yang diberikan pihaknya, atas dedikasi dan komitmen Abu Doto sapaan akrab Zaini Abdullah, dalam proses konversi Bank Aceh menjadi syariah.
“Beliau berkomitmen menjadikan Bank Aceh menjadi bank syariah,” kata Lenny.
“Mengonversi Bank Aceh merupakan niat saya membebaskan masyarakat dari riba,” kata Zaini. Dia mengaku terharu dan benar-benar tidak menyangka banyak pihak yang tulus menghargai upaya yang dia lakukan selama ini.
Sebenarnya, ungkap Zaini, konversi Bank Aceh Syariah terjadi atas dukungan semua elemen masyarakat. Kebetulan saja, tambah Zaini, peristiwa itu bertepatan dengan masa tugasnya sebagai Gubernur Aceh. perubahan sistem pengelolaan ini, kata Zaini, sesuai dengan keinginan dan visinya menjadikan bank daerah sebagai bank syariah.
Dalam kesempatan itu, Zaini juga berterima kasih kepada Prodi Perbankan FEB Unsyiah, dan terutama para mahasiswa, atas atensi dan kepedulian terhadap pembangunan ekonomi syariah di Aceh. Zaini yakin, dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, menjadikan Aceh sebagai daerah bersyariat Islam akan menjadi lebih mudah.

Zaini Abdullah raih anugerah Tokoh Perbankan Syariah

 

Banda Aceh (AZANnews.com): Gubernur Aceh non aktif, Zaini Abdullah, memperoleh anugerah tokoh perbankan syariah dari Program Studi Perbankan Fakuktas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala.

Anugerah Tokoh Perbankan Syairh tersebut, diserahkan oleh Ketua Program Studi FEB Unsyiah, Lenny Rakhmawati, Sabtu (26/11), di Banda Aceh.

Menurut Lenny, penghargaan yang diberikan pihaknya, atas dedikasi dan komitmen Abu Doto sapaan akrab Zaini Abdullah, dalam proses konversi Bank Aceh menjadi syariah.

“Beliau komit menjadikan Bank Aceh menjadi syariah,” katanya.

Zaini sendiri, saat menerima anugerah itu tak kuasa menahan haru, betapa Ia tidak menyangka ada pihak pihak yang secara tulus menghargai jasa dan upaya yang Ia lakukan selama ini. “Sebenarnya konversi Bank Aceh syariah itu terjadi karena dukungan semua elemen masyarakat, dan kebetukan saya sebagai Gubernur Aceh juga berkehendak agar Bank daerah menjadi syariah, sesuai dengan visi dan misi saya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Zaini menyampaikan terimakasih kepada Prodi Perbankan FEB Unsyiah, dan terutama para mahasiswa.

“Mengkonversi Bank Aceh merupakan niat saya membebaskan masyarakat dari riba,” tandasnya. (Rel)

Pergub pengelolaan air disosialisasikan di Aceh Tengah

(ist)

Takengon (KANALACEH.COM) – Dinas Pengairan Provinsi Aceh melakukan sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 54/2013 tentang Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Air (KPSDA) Aceh di Takengon, Aceh Tengah.

Disebutkan panitia pelaksana, Hartati Husni, sosialisasi KPSDA tahun ini dilakukan di empat kabupaten, Aceh Tengah, Nagan Raya, Biruen dan Meulaboh. Di Kabupaten Aceh Tengah jumlah peserta 40 orang masing-masing mewakili SKPD dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan air.

Kegiatan sosialisasi berlangsung sehari di Gedung Op Room Setdakab Aceh Tengah, Kamis (24/11) dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Amir Hamzah mewakili Plt Bupati Alhudri.

Amir Hamzah menyebutkan, pengelolaan sumber daya air memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Dinamika air katanya, tidak dapat dibatasi hanya oleh wilayah administrasi pemerintahan.

“Secara alamiah keberadaan dan kondisi air mengikuti ekosistem yang menuntut pengelolaan sumber daya air secara menyeluruh dan terpadu, dari hulu sampai hilir,” ujarnya.

Menurutnya, upaya pengelolaan sumber daya air harus melibatkan semua pihak, baik yang berkepentingan dengan sumber daya air maupun yang mempengaruhi kondisi sumber daya air.

Ditambahkan Amir, konsepsi dan pemahaman pengelolaan air yang meyeluruh dan terpadu harus bermuara pada terciptanya kecukupan air untuk mendukung berbagai kebutuhan, mutu air dan keamanan aliran air dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kehadiran Pergub Aceh Nomor 54 tahun 2013 sangat tepat untuk mejawab permasalahan pengelolaan sumber daya air yang kita alami,” katanya. [Randi/rel]

Panwaslih Sabang Limpahkan Kasus Adi Laweung ke Panwaslih Aceh

22:59 WIB, 25 November 2016 · Redaksi
Panwaslih Sabang Limpahkan Kasus Adi Laweung ke Panwaslih Aceh

SABANG – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Sabang melimpahkan kasus dugaan pelanggaran kampanye oleh Juru Bicara Partai Aceh Suadi Sulaiman saat berorasi di Sabang beberapa waktu lalu ke Panwaslih Aceh.

Baca: Jubir Partai Aceh Sebut Irwandi dan Zaini Abdullah Laknat bagi Aceh

Hal itu disampaikan Panwaslih Kota Sabang melalui surat Nomor 248/Panwaslih_SB/2016 tanggal 23 November yang ditujukan kepada tim pemenangan Pasangan Zaini Abdullah-Nasaruddin ( AZAN) dan M Syafei Saragih sebagai pelapor.

Dalam surat yang ditanda tangani Ketua Panwaslih Kota Sabang, Fazlurrafiq itu disebutkan, Panwaslih Sabang setelah melakukan klarifikasi pelapor, saksi-saksi dan terlapor menyimpulkan bahwa Panwaslih Aceh berwenang menindaklanjuti dan merekomendasi dugaan pelanggaran kampanye di Kota Sabang yang merupakan yuridiksi hukum Panwaslih Aceh.

Surat tersebut juga ditembuskan ke Panwaslih Aceh, Bawaslu Aceh, terlapor dan arsip.

Diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Partai Aceh Suadi Sulaiman menyebut Irwandi Yusuf dan Zaini Abdullah laknat bagi rakyat Aceh.

Pernyataan yang menyudutkan dua calon gubernur Aceh itu dilontarkan Adi Laweung–sapaan Suadi Sulaiman–saat berorasi di depan sejumlah masyarakat Sabang, Sabtu, (12/11) lalu.

Dalam orasinya itu Adi menyebut alasan memilih Muzakir Manaf karena setelah 11 tahun Mou Helsinki Aceh berada dalam kegelapan.

“Dua (Gubernur) sebelumnya yaitu Irwandi Yusuf dan Zaini Abdullah mereka bukan rahmat bagi Aceh, tapi mereka laknat bagi Aceh,” kata Adi Laweung.

Dia menyebut alasan-alasan lain memilih Muzakir Manaf yang merupakan mantan wakil gubernur Aceh itu.

Bapak Nasaruddin Rapat Kerja Aisyiyah Aceh

 

Banda Aceh- Bupati Aceh Tengah non aktif, Nasaruddin menjadi pemateri dalam rapat kerja wilayah pimpinan Aisyiyah Aceh, Jum’at (25/11/2016) malam di Gedung PPMG Lamlagang Banda Aceh

Nasaruddin memberikan materi bertema menyongsong kepemimpinan Aceh yang akan datang dengan menukil sejarah kepemimpinan Aceh masa lalu

Calon Wakil Gubernur Aceh yang berpasangan dengan dr. Zaini Abdullah tersebut mencontohkan nama Sulthan Aceh bernama Alaidin Riayatsyah Al Kahar yang pernah membawa Aceh pada jaman keemasan dengan kata bijak yang dikenal hingga sekarang, yaitu mate aneuk meupat jeurat, mate hukom pat tamita.

“Sulthan Alaidin Riayatsyah telah memberi teladan bagi generasi Aceh sekarang, untuk menjadi pemimpin yang baik harus mampu menegakkan hukum,” ujar Nasaruddin

Selain itu Nasaruddin juga mencontohkan Laksamana Malahayati yang dicatat dengan tinta emas sebagai perempuan pemberani menghadang Portugis di Selat Malaka

Keberanian Laksamana Malahayati menurut Nasaruddin telah mengilhami munculnya perempuan-perempuan perkasa lainnya di Aceh seperti Cut Nyak Dhien dan Cut Meuthia. Bahkan juga di pelosok Nusantara seperti RA. Kartini, Dewi Sartika hingga Nyai Ahmad Dahlan sebagai pendiri organisasi otonom Wanita Muhammadiyah bernama Aisyiyah

“Kehebatan pejuang perempuan masa lalu harus menjadi contoh bagi perempuan masa kini untuk mampu berkiprah di semua bidang, bahkan menjadi pemimpin,” kata Nasaruddin.

Menghadapi Pilkada Aceh tahun 2017 mendatang, Nasaruddin mengharapkan organisasi Aisyiyah dapat memainkan peran untuk memberi pemahaman kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan agar memilih pemimpin yang bervisi kedepan dan mampu mengemban amanat rakyat

Rapat kerja wilayah pimpinan Aisyiyah Aceh turut dihadiri oleh Ketua DPP Aisyiyah Pusat, Hj. Nurdjannah Djohantini, Sekretaris Umum DPP Aisyiyah pusat Hj. Diyah Siti Nur’aini, dan Ketua DPW Aisyiyah Aceh, Hj. Zaidar Jafaar.

Rapat kerja berlangsung 3 hari hingga 27 Nopember 2016 dan diikuti oleh 175 peserta yang merupakan pimpinan daerah Aisyiyah Kabupaten dan Kota se- Aceh.

Gubernur Resmikan Masjid Bantuan bagi Korban Gempa Gayo

MedanBisnis – Takengen. Gempa yang melanda Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah pada 2 Juli 2013 telah mengakibatkan sarana ibadah rusak berat. Bantuan yang mengalir ke dua daerah tersebut juga disalurkan guna perbaikan saran ibadah.
Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Aceh ikut menyalurkan bantuan untuk para korban gempa, di antaranya untuk mendirikan sarana ibadah.

Setelah dibangun dalam kurun waktu setahun lebih, akhirnya tiga masjid bantuan PNS Pemerintah Aceh diresmikan Gubernur Zaini Abdullah. Mesjid Baitul Marhamah menjadi lokasi peresmian simbolik yang dilakukan oleh gubernur, sementara dua lainnya adalah Mesjid Al Muslim Kampung Dedingin Kecamatan Kute Panang dan Mesjid Al Hidayah, yang berada di Kampung Cekal Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah.

Menurut gubernur yang akrab disapa Abu Doto ini, masjid-masjid tersebut memiliki desain yang baik dan modern. Gubernur berharap, keindahan dan kemegahan masjid dibarengi dengan banyaknya jamaah yang memakmurkannya.

“Jadikan masjid sebagai episentrum membersihkan hati dan jiwa dan tegakkan shalat berjamaah setiap waktu,” kata Zaini di awal sambutan singkatnya.

Sementara Bupati Aceh Tengah Nasaruddin mengucapkan terimakasih kepada gubernur dan jajaran PNS Pemerintah Aceh yang telah memberikan sumbangan untuk pembangunan kembali masjid yang rusak dua tahun lalu itu.

“Atas nama masyarakat Aceh Tengah, kami mengaturkan terimakasih banyak, semoga Allah membalas amalan baik tersebut,” ujarnya.

Dana yang terhimpun dari PNS di jajaran Pemerintah Aceh adalah sebanyak Rp 1,119 miliar lebih. Ada juga dana sumbangan dari Yayasan Dana Gotong Royong Jakarta sejumlah Rp 116 juta.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Cipta Karya, sejak tahun 2014 sampai dengan 2015 juga telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan ketiga masjid tersebut, dengan total anggaran Rp 4,6 miliar. Pembangunan ketiga masjid itu sudah dimulai sejak bulan Oktober 2013 dan saat ini semuanya telah rampung dibangun dan siap digunakan. (wen rahman)

Laporkan Adi Laweung, tim hukum AZAN menghadap ke Panwaslih Sabang

Berita acara klarifikasi Panwaslih Kota Sabang. (Ist)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Terkait kasus pernyataan Jubir Partai Aceh (PA), Suadi Sulaiman atau Adi Laweung, tim hukum pasangan Zaini Abdullah-Nasaruddin (AZAN) sudah menghadap Panwaslih Kota Sabang, hari ini, Kamis (24/11) pagi.

Adi Laweung diduga telah melakukan black campaign (kampanye hitam) yang menyebut dua Cagub Aceh, Irwandi Yusuf dan Zaini Abdullah laknat bagi rakyat Aceh di Sabang beberapa waktu lalu.

Juru bicara AZAN, Fauzan Febriansyah mengatakan, tim kuasa hukum datang ke kantor Panwaslih Kota Sabang dengan menghadirkan para saksi.

“Hari ini tim hukum AZAN sudah berangkat ke Sabang untuk menghadap Panwaslih Kota Sabang sambil menghadirkan saksi-saksi,” kata Fauzan saat dihubungi Kanalaceh.com, Kamis (24/11).

Dalam berita acara, Panwaslih Kota Sabang menerima keterangan kuasa hukum AZAN, Muhammad Zubir pada pukul 10.00 WIB.

Panwaslih memberikan 15 pertanyaan ke Muhammad Zubir sebagai pelapor terkait indikasi dugaan pelanggaran kampanye Pilkada 2017.

“Untuk saat ini proses tersebut sedang berjalan,” tambah Fauzan. [Aidil]

Design a site like this with WordPress.com
Get started